Hati-hati dengan kyai sesat, rakus dunia
Para pencari popularitas, para pencari kemewahan, para kyai yang gila hormat harus diwaspadai.
Husnudzon itu penting tapi bukan berarti mengabaikan ilmu dan timbangan syar'iat. Ketika seseorang mengaku wali atau kyai bahkan nabi tapi kacau syar'iatnya, anggap saja dia orang gila. Gila di sini bukan berari hilang akal, gila di sini bisa dimaknai gila hormat, gila pangkat, gila syahwat, intinya rakus dunia.
Cirinya sederhana, jika dengan melihat beliau kita jadi ingin makin dekat dengan Allah, maka dia kyai asli. Namun, jika ajarannya membuat kita jadi berhasrat memperkaya diri pribadi tanpa peduli keadaan sosial, mengajak kita untuk melakukan amalan ini itu agar menang kontes pemilu, padahal akhlak orang yang ikut kontes itu buruk dan tidak layak, atau amalan duniawi lainya agar disegani, dicintai bahkan dicintai orang yang tidak halal baginya, dan lain sebagainya maka sudah jelas. Intinya, jika dekat dengannya membuat kita tidak berhasrat untuk mengenal Allah, untuk mempersiapkan kehidupan akhirat maka dia adalah kyai imitasi, bukan kyai asli.
Kyai atau ulama, dijelaskan dalam Al-Qur'an di surat Fatir ayat 28, Allah Azza Wa Jalla berfirman:
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
{ وَمِنَ ٱلنَّاسِ وَٱلدَّوَاۤبِّ وَٱلۡأَنۡعَـٰمِ مُخۡتَلِفٌ أَلۡوَ ٰنُهُۥ كَذَ ٰلِكَۗ إِنَّمَا یَخۡشَى ٱللَّهَ مِنۡ عِبَادِهِ ٱلۡعُلَمَـٰۤؤُا۟ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِیزٌ غَفُورٌ }
.. bahwasanya hanyalah orang-orang berilmu (ulama'/kyai) sajalah yang benar-benar takut pada Tuhannya ...
[Surat Fathir: 28]
Ilmu yang sejati adalah menjadikan kita semakin takut pada Allah, tanda-tanda kekuasaan-Nya, dan seluruh syiar agama-Nya. selain itu bukanlah ilmu yang manfaat nan diberkahi.
Itulah kenapa dalam klasifikasi metode pendakwahan, dakwah itu terbagi 3, dakwah ilallah, dakwah ilainaa, dan dakwah ilayya. Sederhananya, jika seseorang mengajak masyarakat agar cenderung pada dirinya saja, tanpa Allah, atau organisasinya saja dan berhenti di sana, bukan untuk menuju atau lebih dekat dengan Allah maka dia bukanlah pendakwah robbani, bukan kyai sejati.
Terlepas dari fakta yang ada, perihal ini sudah diisyaratkan oleh Baginda Nabi Muhammad ﷺ 14 abad silam, beliau bersabda:
يكون في آخر الزمان عباد جهال وعلماء فساق
Kelak di akhir zaman, akan banyak ahli ibadah tapi bodoh, dan para kyai (ulama') tetapi bejat (pendosa)
H.R. Imam Ghozali dalam kitab Ithaf Sadat Muttaqin Juz 1 hlm. 349.
Namun jangan khawatir, jika kita sungguh-sungguh ingin dekat kepada Allah dan memohon kepada-Nya, Allah akan mempertemukan kita dengan sosok yang tepat dan cocok untuk kita sehingga kita bisa lebih mengenal Allah, Rasulullah ﷺ, akhirat, dan menjadikan kita tidak merasa lebih baik dari orang lain dan fokus memperbaiki aib kita masing-masing dan saling menghormati antar sesama hamba Allah. Wallahu A'lam, semoga Allah permudah.

Komentar
Posting Komentar